#chung

Chung on the blog

coLinux – alternatif virtualisasi Linux

| 2 Comments

Cooverative LinuxSebenarnya dah lama kenal yang namanya coLinux, tapi baru sempet nyoba install di laptop. Gara-garanya pengen install linux di laptop, tapi gak boleh sama nyonyah, takut lemot katane. Dan kebetulan waktu itu si hatam lagi promosi coLinux di laptopnya, akhirnya ikutan nyobain nginstall deh.

Apa sih coLinux itu?
coLinux kependekan dari Cooperative Linux, adalah sebuah aplikasi yang digunkan untuk meng-emulasi linux kedalam sistem operasi windows. Ini lebih mirip dengan wine yang ada di linux. coLinux adalah porting kernel linux kedalam sistem operasi windows. Teknologi ini boleh dibilang melebihi virtual machine, karena coLinux menggabungkan kernel linux dengan windows dan tidak mengemulasi PC layaknya VMWare, Virtual PC, ataupun VirtualBox. Karena itu coLinux lebih efisien dibandingkan dengan virtualisasi PC.

Nah yang menarik dari coLinux ini adalah, dia tidak menginterupsi kinerja windows dengan mengakses I/O device secara langsung, tetapi dengan memanfaatkan virtualisasi hardware yang terdapat di dalam sistem windows dengan meng-emulasi drivers yang tersedia di coLinux. Untuk menghubungkan network dengan host windows, coLinux memanfaatkan TAP-Win32 Network Driver/NAT, sehingga antara coLinux dan windows dapat berinteraksi dengan mudah, bahkan untuk mengakses internet. Selain TAP/NAT, coLinux menyediakan fungsi networking bridge. Untuk ini harus ada software tambahan yang di-download, yaitu Win Pcap. Perlu diperhatikan juga coLinux hanya dapat dijalankan di host Windows 2000/XP/2003.

Nah sekaranga saatnya melakukan instalasi dan konfigurasi.
Waktu itu sempat pusing juga dengan konfigurasi NAT-nya yang gak bisa ngakses internet, akhirnya setelah tanya-tanya sama hatma berhasil juga.

OK sekarang mulai menginstall coLinux, yang bisa didownload dari sini. Setelah prosen intsalasi berhasil, folder baru akan terbentu di direktori windows dengan nama folder coLinux. Disarankan untuk meletakkan folder pada drive c (c:\coLinux) daripada defaultnya (c:\Program Files\coLinux), ini hanya untuk memudahkan akses terhadap file-filenya saja. Selanjutnya untuk linux yang saya gunakan adalah ubuntu yang dapat diambil di sini. Selain ubuntu, ada juga yang lain seperti debian, fedora, dan archlinux. Langsung saja extrack file Ubuntu-7.10.ext3.2GB.7z ke folder c:\coLinux\ubuntu dengan nama file Ubuntu-7.10.ext3.2GB.

Selanjutnya melakukan konfigurasi pada file example.conf. Edit nama file untuk disk image sesuai dengan distro yang di-download, aktifkan swap jika dibutuhkan (file swap di-download secara terpisah di sini), tentukan alokasi memori fisik dari host yang ingin dipakai dan tentukan tipe network sharing, TAP atau bridge. Setelah selesai, simpan file tersebut. Sampai di sini, secara prinsip coLinux sudah dapat dijalankan dengan menggunakan disk image. Cukup beri perintah: colinux-daemon.exe -t nt @example.conf. Selanjutnya jika berhasil coLinux akan menampilkan login sebagai root, dengan password root. Dokumentasi lengkap cara konfigurasi ada disini.

Nah bagian yang agak rumit adalah meng konfigurasi network sharing dengan host Windows. Saya sendiri sempet bingung juga, karena gak bisa konek internet. Konfigurasi yang saya gunakan adalah TAP, ini yang paling mudah dan tidak perlu install paket terpisah, karena sudah terinstall saat meng install coLinux. Untuk dapat terhubung ke internet, caranya cukup sederhana, tapi bisa juga rumit. Pertama-tama aktifkan ICS (Internet Connection Sharing) di kartu network yang berhubungan langsung dengan LAN. Kemudian di konfigurasi network untuk TAP/NAT, tentukan alamat IP dan subnet mask yang diinginkan. Saya menggunakan 192.168.0.1 / 255.255.255.0. Setelah itu jalankan coLinux, dan edit file berikut, /etc/network/interfaces. (Untuk Ubuntu)

Nah untuk konfigurasi menggunakan SLiRP, secara default pada konfigurasi eth0 sudah diberikan IP static 10.0.2.15 dan sudah permanen, artinya tidak boleh di rubah lagi, kalo di ubah yang terjadi adalah tidak bisa konek dengan internet. Hanyan saja yang perlu di lakukan adalah mengubah DNS Servernya sesui dengan yang di pake untuk koneksi internet. File configurasi DNS Server ada di /etc/resolv.conf.

Incoming search terms:

cara instal colinux, apa arti co linux, apa itu co linux, cara buat pw dengan colinux, cara menggunakan colinux, install colinux, install ubuntu colinux, install ubuntu on colinux, virtualisasi linux

2 Comments

  1. Pingback: AndLinux - Menjalankan aplikasi Linux di Windows

  2. hehehe…
    mas, tapi aku tetep butuh windows nih…

Leave a Reply

Required fields are marked *.

*